NEWS UPDATE :  

Peraturan Akademik

Peraturan Akademik

 

 

 

 

 

 

A.         KEHADIRAN PESERTA DIDIK

Persyaratan minimal kehadiran peserta didik dalam mengikuti pelajaran dan tugas dari guru untuk masing-masing pelajaran adalah sebagai berikut;

1.    Memiliki prosentase kehadiran selama 2 (dua) semester minimal 85 % dari hari efektif sekolah, kecuali sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

2.   Kehadiran peserta didik minimal 85% dari total jam tatap muka pada setiap pembelajaran.

3.  Setiap peserta didik wajib hadir pada setiap kegiatan pembelajaran di kelas atau di luar kelas, baik teori maupun praktik.

4. Peserta didik yang kehadirannya kurang dari 85% untuk setiap pembelajaran, wajib mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru pengampu mata pelajaran.

5.  Peserta didik yang kehadirannya kurang dari 85% dan telah mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru yang bersangkutan, dapat diikutsertakan dalam proses penilaian.

6.     Kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal 80% dari tatap muka.

B.         KETENTUAN KKM PER-MATA PELAJARAN

1.     Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk   masing-masing mata  pelajaran   ditentukan    oleh  masing-masing     guru    melalui Musyawarah    Guru    Mata        Pelajaran   tingkat   Sekolah ( MGMPS ).

2.     Nilai suatu mata pelajaran telah mencapai ketuntasan, jika nilai Kompetensi Mata Pelajaran tersebut telah mencapai KKM, dan nilai sikap atau minat   minimal   Cukup (C),   

Keterangan:

a.     Nilai Kompetensi/Mata Pelajaran= rata-rata nilai Standar Kompetensi (SK)

b.     Nilai SK  =  rata- rata nilai Kompetensi Dasar (KD)

c.      Nilai KD = rata-rata nilai Indikator           

C.          KETENTUAN PELAKSANAAN PENILAIAN DAN UJIAN

a.     Pelaksanaan Penilaian Harian

1.   Penilaian harian harus dilaksanakan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih.

2.     Naskah soal Penilaian harian disusun oleh guru mata pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang telah diselesaikan.

3.     Soal Penilaian harian dapat berupa tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan uraian, sedangkan untuk tes tidak tertulis meliputi tes lisan dan praktik.

4.   Hasil Penilaian harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum Penilaian harian berikutnya.

5.   Peserta didik yang belum mencapai KKM wajib mengikuti kegiatan remedial.

6.      Peserta didik yang tidak puas dengan hasil Penilaian yang diperoleh dapat mengajukan keberatan kepada pendidik yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan.

7.     Peserta didik yang tidak mengikuti Penilaian harian dengan alasan tertentu dapat menempuh Penilaian harian susulan dan waktu pelaksanaannya ditentukan oleh pendidik dan peserta didik.

b.     Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester

1.   Penilaian tengah semester adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran yang cakupannya meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.

2.   Naskah soal Penilaian tengah semester disusun oleh guru mata pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang telah diselesaikan.

3.      Soal Penilaian tengah semester dapat berupa tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda atau uraian serta praktik.

4.     Hasil Penilaian tengah semester diinformasikan kepada peserta didik sebelum pembagian raport tengah semester.

5.       Peserta didik yang tidak puas dengan hasil Penilaian tengah semester yang diperoleh dapat mengajukan keberatan kepada pendidik yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan.

6.     Peserta didik yang tidak mengikuti Penilaian tengah semester dengan alasan tertentu dapat menempuh Penilaian tengah semester susulan dan waktu pelaksanaannya ditentukan oleh pendidik dan peserta didik.

7.    Peserta didik yang belum mencapai KKM dapat mengikuti remedial untuk kompetensi dasar yang belum tuntas.

8.     Kegiatan remedial dilaksanakan sebelum pelaksanaan Penilaian akhir semester.

c.      Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester

1.  Pelaksanaan Penilaian akhir semester dilaksanakan setelah semua kompetensi dasar (KD) pada semester 1 telah selesai.

2.   Penilaian akhir semester dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk seluruh mata pelajaran yang dituangkan dalam surat keputusan kepala sekolah.

3.     Pelaksanaan Penilaian akhir semester dilaksanakan pada akhir semester yang disesuaikan dengan kalender akademik dan jadwal yang telah ditetapkan.

4.      Naskah soal Penilaian akhir semester disusun oleh guru mata pelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang telah diselesaikan.

5.     Soal Penilaian akhir semester berupa tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 30 – 50 butir soal (disesuaikan dengan mata pelajaran).

6.   Langkah-langkah penyusunan naskah soal Penilaian akhir semester meliputi : 1) penyusunan kisi-kisi, 2) penyusunan kartu soal, 3) telaah soal, dan 4) finalisasi naskah soal.

7.   Hasil Penilaian akhir semester diinformasikan kepada peserta didik sebelum pembagian laporan hasil belajar (LHB).

8.    Peserta didik yang tidak puas dengan hasil Penilaian akhir semester yang diperoleh dapat mengajukan keberatan kepada pendidik yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan.

9.    Peserta didik yang tidak mengikuti Penilaian akhir semester dengan alasan tertentu dapat menempuh Penilaian akhir semester susulan dan waktu pelaksanaannya ditentukan oleh pendidik.

10.   Peserta didik yang belum mencapai KKM dapat mengikuti remedial untuk kompetensi dasar yang belum tuntas.

11.    Kegiatan remedial dilaksanakan sebelum pelaksanaan Penilaian tengah semester genap

d.     Pelaksanaan Penilaian Kenaikan Kelas

1.      Penilaian kenaikan kelas dilaksanakan setelah semua kompetensi dasar pada semester genap selesai disajikan.

2.    Cakupan Penilaian kenaikan kelas meliputi semua kompetensi dasar pada semester genap

3.    Penilaian kenaikan kelas dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk seluruh mata pelajaran.

4.  Penilaian kenaikan kelas dilaksanakan pada akhir semester yang disesuaikan dengan kalender akademik dan jadwal yang telah ditetapkan.

5.     Naskah soal Penilaian kenaikan kelas disusun oleh guru mata pelajaran.

6.     Soal Penilaian kenaikan kelas berupa tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 30 – 50 butir soal (disesuaikan dengan mata pelajaran).

7.   Langkah-langkah penyusunan naskah soal Penilaian kenaikan kelas meliputi : 1) penyusunan kisi-kisi, 2) penyusunan kartu soal, 3) telaah soal, dan 4) finalisasi naskah soal.

8.   Hasil Penilaian kenaikan kelas diinformasikan kepada peserta didik sebelum pembagian laporan hasil belajar (LHB).

9.    Peserta didik yang tidak puas dengan hasil Penilaian kenaikan kelas yang diperoleh dapat mengajukan keberatan kepada pendidik yang bersangkutan untuk mendapatkan penjelasan.

10.   Peserta didik yang tidak mengikuti Penilaian kenaikan kelas dengan alasan tertentu dapat menempuh Penilaian kenaikan kelas susulan dan waktu pelaksanaannya ditentukan oleh pendidik.

11.    Peserta didik yang belum mencapai KKM dapat mengikuti remedial untuk kompetensi dasar yang belum tuntas sebelum pelaksanaan Penilaian Kenaikan Kelas

12.   Setelah Penilaian Kenaikan Kelas dapat dilakukan remedial hanya untuk 1 (satu) kali.

e.     Pelaksanaan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional

1.          Pelaksanaan Ujian Sekolah

a. Ujian sekolah dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada pelajaran tertentu.

b. Ujian sekolah dilaksanakan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) dari dinas provinsi/kabupaten dan atau BSNP.

c.     Ujian sekolah meliputi ujian tulis dan praktik.

d. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah meliputi mata pelajaran yang tidak diujikan dalam ujian nasional.

e.  Naskah soal ujian sekolah mengacu kepada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran.

f.  Peserta didik yang tidak mengikuti ujian sekolah dengan alasan tertentu dapat menempuh ujian sekolah sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) dari dinas provinsi/kabupaten dan atau BSNP.

2.          Pelaksanaan Ujian Nasional

a.   Ujian Nasional dilaksanakan oleh pemerintah pada beberapa mata pelajaran tertentu.

b.  Ujian Nasional dilaksanakan sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) dari BSNP.

c.  Peserta didik yang tidak mengikuti ujian nasional dengan alasan tertentu dapat menempuh ujian sekolah sesuai Prosedur Operasional Standar (POS) dari BSNP.

D.         KETENTUAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN

a.     Pelaksanaan Remedial

1.  Peserta didik yang dalam Penilaian (Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Semester maupun Penilaian Kenaikan Kelas) ada indikator yang nilainya belum mencapai KKM wajib mengikuti remedial baik proses maupun tes.

2.  Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial  maksimal 2 (dua) kalipada setiap kali Penilaian kecuali pada Penilaian kenaikan kelas diberi kesempatan 1 kali, dengan nilai yang diperoleh maksimal sama dengan KKM.

3.     Setiap peserta didik wajib menandatangani daftar hadir remedial setiap melaksanakan remedial.

4.  Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil Penilaian setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.

b.  Pelaksanaan Pengayaan

1. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan dapat dilakukan dengan cara :

1) Belajar kelompok,

2) Belajar mandiri,

3) Pembelajaran berbasis tema, dan

4) Pemadatan kurikulum.

2. Pembelajaran pengayaan diintegrasikan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

3.  Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.


E.    KETENTUAN KENAIKAN KELAS 

      1.      Kenaikan kelas mengacu kepada :

a.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan

b.  Keputusan Dirjen Mendikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penulisan LHB Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

2.  Peserta didik yang telah 2 (dua) kali berturut-turut tidak naik kelas, tidak diperkenankan lagi untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar di SMP Negeri 5 TIGARAKSA, demi mempertimbangkan faktor psikologis peserta didik.

3.     Kriteria Kenaikan Kelas 7 ke kelas 8 

Peserta didik dinyatakan naik ke kelas 8 apabila:

a.    Tidak terdapat nilai 40,0 atau kurang.

b.  Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik).

c.   Nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup).

d.    Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran. 

e.    Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada mata pelajaran ; Pend. Agama, Pend. Kewarganegaraan dan Penjasorkes.

f. Rata-rata nilai kompetensi mata Pend. Agama,  dan Pend. Kewarganegaraan minimal 70 atau jumlah nilai kedua mata pelajaran tersebut adalah 140.

4.        Kriteria Kenaikan Kelas 8 ke kelas 9

Peserta didik dinyatakan naik ke kelas 9 apabila:

a.   Tidak terdapat nilai 40,0 atau kurang.

b.   Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik).

c. Nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup).

d.   Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran. 

e.   Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada mata pelajaran ; Pend. Agama dan Pend. Kewarganegaraan.

f. Rata-rata nilai kompetensi mata Pend. Agama, dan Pend. Kewarganegaraan minimal 70 atau jumlah nilai ketiga mata pelajaran tersebut adalah 140.

5.        Penilaian

a.     Penilaian yang dilakukan adalah penilaian berbasis kelas.

b.    Lingkup   penilaian    meliputi    3  (tiga)   ranah  atau    aspek yaitu ; Pemahaman  dan  Penerapan   Konsep  (PPK) (aspek kognitif),  Praktik (aspek psikomotorik), dan  Minat/ sikap (aspek afektif).

c.  Aspek PPK (kognitif)   berkaitan   dengan   pengetahuan dan kemampuan   intelektual.  Nilai mata  pelajaran dari aspek ini dinyatakan dengan bilangan 0 – 100.

d.     Aspek   Praktik (psikomotorik)  berkaitan   dengan     kesanggupan untuk melakukan   berbagai aktivitas. Kemampuan pada aspek ini antara lain meniru, mengatur, melakukan dengan  bimbingan,  melakukan dengan baik, melakukan   dengan   sangat  baik, menemukan, menganalisis dan menyimpulkan. Nilai   mata  pelajaran  dari  aspek ini  dinyatakan dengan  bilangan     0 – 100.

e.     Aspek minat  atau  sikap  berkaitan  dengan perkembangan minat, sikap, motivasi dan nilai-nilai, serta perkembangan  apresiasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan   tuntutan     Kurikulum.  Nilai mata   pelajaran dari  aspek   ini  dinyatakan dengan  huruf,  A (Amat Baik),  B (Baik), C  (Cukup)  dan  D (Kurang).

 

F.    KETENTUAN KELULUSAN

Sesuai dengan ketentuan PP 32/2013, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:

a)  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;

c)  Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;


Kriteria peserta didik yang dinyatakan lulus secara rinci sesuai dengan Ketentuan mengenai penilaian akhir dan ujian sekolah yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri dan prosedur operasi standar ( POS ) tentang Ujian Nasional yang berlaku.

G.           KETENTUAN HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR

1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :

a. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran IPA (Media Pembelajaran).

b.  Alat/ perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan.

2.  Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur.

3.   Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku refrensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum (teknik pengadaan diserahkan kepada guru mata pelajaran setelah mendapat persetujuan dari Pimpinan Satuan Pendidikan).

4.    Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan,

H.           KETENTUAN LAYANAN KONSULTASI SISWA

1.     Konsultasi kepada guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran.

1)    Layanan dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran maupun di luar jam pembelajaran sepanjang guru tidak sedang mengajar.

2)     Layanan dapat di luar jam sekolah sesuai kesepakatan guru dengan peserta didik dan tetap di lingkungan sekolah.

3)       Layanan konsultasi yang bersifat mendesak, dapat melalui telepon / hp dengan kesepakatan guru yang bersangkutan.

 

2.     Layanan Konsultasi Wali kelas

1)      Layanan konsultasi peserta didik dengan wali kelas dapat dilaksanakan setiap saat di dalam jam pelajaran dan di luar jam pelajaaran.

2)   Layanan konsultasi peserta didik dengan wali kelas dapat dilakukan melalui telepon/hp untuk hal-hal yang bersifat mendesak.

3.     Layanan Bimbingan Konseling

1)   Seluruh peserta didik akan mendapatkan layanan bimbingan penuh dariguru BK.

2)  Peserta didik yang mempunyai kepentingan-kepentingan khusus danmendesak, dengan seijin guru dapat meninggalkan pelajaran untuk mendapat layanan bimbingan dari guru BK.

3)  Guru BK menyiapkan jam-jam khusus untuk peserta didik yang akanberkonsultasi dan memerlukan bantuan konselor.

4)   Jenis-jenis layanan akademik yang dapat diperoleh peserta didik di sekolah meliputi :

1)  Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan peserta didik baru ( MPLS ).

2)  Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada peserta didik maupun orang tua peserta didik.

3)     Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial.

4)     Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompok atau kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat peserta didik agar mereka berprestasi secara optimal.

5) Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal dsb.

6)     Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya.


Tigaraksa,   Oktober 2019

Kepala SMPN 5 Tigaraksa




Drs. H .MOH. ABDUL MALIK, M.Pd

Pembina Tk I/ IVb

NIP 19670511 198902 1001

Kontak
Alamat :

Jl. Aria Wangsakara Desa Tapos Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang

Telepon :

-

Email :

smpn5tigaraksa@gmail.com

Website :

www.smpn5tigaraksa.sch.id

Media Sosial :
Berita Terbaru
Banner
PPDB
PENGUMUMAN UN